Di era yang serba luxurious ini, banyak kita jumpai berbagai mode fashion pakaian masa kini, hampir seluruh item dari jenis trend pakaian di Indonesia berkiblat pada fashion ala barat. Mulai pakaian anak kecil, remaja hingga dewasa. Namun dewasa ini model busana yang paling tampak ditransaksikan adalah jenis busana wanita, salah satu ragamnya yang paling ngetrend saat ini adalah jilbab. Banyak sekali kita temui para remaja putri yang mengenakan jilbab mereka pada saat even-even tertentu seperti KBM di sekolah, acara pesta, hingga moment-moment berbasis islami seperti pada saat bulan suci ramadhan meskipun hanya digunakan sebagai atribut pelengkap busana tersebut guna terlihat tampil cantik, anggun dan menawan.
Selain
itu, munculnya produk-produk jilbab ini dapat dijadikan sebagai
komoditas promo bagi para distributor di Indonesia saat ini karena nilai
jual jilbab sangat tinggi seiring berkembangnya aspek nilai seni yang
sesuai dengan meningkatnya kreatifitas para produsen busana dalam
menuangkan ide-ide guna mengembangkan imajinasinya dalam mendesaign
suatu karya busana dengan mode yang tak kalah unggul dari barang import
lainnya.
Salah satu
problematika yang harus kita pecahkan sebagai seorang muslimah adalah
hakekat dan kedudukan jilbab tersebut dimata khalayak umum. Sungguh
sangat ironis apabila sosok wanita muslimah itu sendiri tidak dapat
memahami dan mengenali busana yang selama ini mereka kenakan. Apakah
jilbab masa kini tetap dijadikan atribut seorang muslimah yang
berorientasi pada akhlak atau sebagai suatu kewajiban guna menutup aurat
atau bahkan hanya dijadikan sebagai simbolis busana muslimah yang tidak
mempunyai arti dan makna yang luas????.
Sebelum
kita menelaah lebih lanjut pemahaman tentang jilbab, kita juga harus
bisa membedakan bentuk antara jilbab dan kerudung, karena sampai saat
ini masyarakat kita menganggap bahwa kedua jenis busana tersebut adalah
sama, perlu kita ketahui kerudung adalah selembar kain yang berfungsi
menutupi bagian kepala melalui tudung tersebut, sedangkan jilbab adalah
pakaian muslimah yang menutupi sekujur permukaan badan kita mulai atas
kepala sampai mata kaki. Kedudukan jilbab juga bukan hanya sebagai
penutup aurat saja, akan tetapi dengan jilbab itu sendiri bisa dijadikan
srbagai tolok ukur dan pengontrol akhlak seorang muslimah.karena dengan
mengenakan busana jilbab ini srorang wanita pasti akan merasa malu akan
setiap tindakannya yang melanggar aturan dan pastinya mereka akan
selalu menjaga iffah dimanapun berada,
Secara harfiah hakekat
jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata bagi wanita dari memandang
lelaki yang bukan mahram mereka. Dan sebagai hijab lidah bagi mereka
dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu
berdzikir kepada Allah SWT. Hijab telinga bagi mereka dari mendengar
perkara yang mengundang mudharat baik untuk diri mereka sendiri maupun
masyarakat. Sebagai hijab hidung dari mencium cium segala yang berbau
busuk. Sebagai hijab tangan-tangan dari berbuat yang tidak senonoh.
Sebagai hijab kaki dari melangkah menuju maksiat. Sebagai hijab pikiran
dari pola berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu bagi
mereka. Sebagai hijab hati bagi mereka dari sesuatu selain Allah SWT,
apabila mereka sudah terbiasa maka jilbab yang dipakai akan menyinari
hati mereka masing-masing, itulah hakekat jilbab.
Akan tetapi di masa
sekarang banyak pula ditemukan remaja putri yang tidak memahami makna
jilbab yang sebenarnya, selain itu mereka menyalahgunakan pemakaian
jilbab itu sendiri. Seringkali fenomena ini terjadi dalam masyarakat
sekitar kita, misalnya pada saat sekolah para remaja putri memakai
busana jilbab hanya sebagai tuntutan dari peraturan sekolah yang mana
itu berlaku hanya pada lingkungan sekolah saja, karena mereka mengenakan
jilbab tersebut tidak berasal dari niat dan keingian mereka sendiri
akan tetapi tuntutan dari suatu lingkungan tersebut. yang menjadi sudut
pandang kita kali ini bagai manakah cara wanita memakai jilbab yang
sesuai dengan aturan main islam,sebab banyak para wanita yg memakai
jlbab secara lahirnya tapi secara batinnya dia tak ubahnya memamerkan
tubuhnya kepada orang lain baik disengaja maupun tidak disengaja.
Dalam
suatu hadits pun telah dijelaskan bahwasanya nabi Muhammad telah
memerintahkan secara tegas kepada umatnya untuk menyerukan anak-anak
perempuan dan istri-istri mereka untuk mengulurkan jilbab mereka, karena
dengan jilbab pula dapat mencegah suatu perbuatan maksiat yang akan
terjadi.sebagaimana telah disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat
Al-ahzab yang berbunyi: “ Wahai Nabi katakanlah kepada
istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin:
Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka
tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang”. (Al Ahzab.59).
Dengan
demikian telah jelas bahwasanya sebagai seorang muslimah sejati, kita
harus pandai-pandai menyikapi suatu keadaan, dengan memahami hakikat dan
fungsi jilbab itu sendiri maka sudah sepatutnya kita wajib mengenakan
busana jilbab disertai niat yang ikhlas tanpa adanya intervensi dari
pihak-pihak lain. Mengingat adanya siksa Allah SWT yang sangat pedih
bagi para wanita-wanita yang melanggar ketentuan perintah adanya
mengenakan jilbab.