Sub Menu

Jumat, 05 Agustus 2011

Luruskan dan Rapatkan Shaff

Kita semua pasti pernah bahkan sering melakukan salat berjama'ah, baik di masjid atau di mana pun. Salat jama'ah memang istimewa, selain bernilai pahala berlipat ganda, bisa mengencangkan tali persaudaraan, juga melatih jiwa kepemimpinan kita dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. 

Seorang makmum diwajibkan mengikuti apa yang imam lakukan dalam salat, makmum tidak diperkenankan mendahului imam, imam pun harus bertoleransi kepada makmum. Dalam memilih ayat Qur'an, seorang imam harus selektif. Boleh saja membaca ayat yang panjang, tetapi harus melihat siapa yang diimami, apakah anak muda atau orang tua yang sudah renta. Demikian pula seorang makmum harus senantiasa mengingatkan imamnya ketika salah ataupun lupa.

Kemudian, satu lagi yang terpenting, seorang Imam harus membimbing makmumnya. Seperti mengingatkan untuk senantiasa meluruskan dan merapatkan shaff. Sebelum memulai salat berjama'ah, Rasulullah saw selalu mengucapkan, "Shawwu shufuufakum." kepada makmum, yang artinya, "luruskan dan rapatkan shaff."
Kerapatan shaff atau barisan dalam salat terkadang menjadi problematika tersendiri. Masih banyak dari umat muslim yang tidak mengetahui akan hal ini. Sering terjadi salah tafsir tentang apa itu merapatkan shaff. Sebut saja ketika berjama'ah di masjid, masih banyak yang menyalahartikan bahwa yang dimaksud dengan rapatnya shaff adalah rapatnya sajadah, satu orang satu sajadah. Padahal bukan demikian yang dimaskud.

Merapatkan shaff artinya merapatkan diri dengan jamaah yang ada di kanan dan atau di kiri kita. Maksudnya, jangan sampai barisannya terputus karena akan memengaruhi kesempurnaan dan pahala jama'ahnya. Bila ada orang yang terputus dengan barisannya, maka bisa jadi hilang pula pahala jama'ahnya. Kasihan kan? Bagaimana kalau itu terjadi pada kita? Pasti rugi sekali rasanya.

Oleh karena itu, kita harus biasa merapatkan diri dengan barisan saat salat berjamaah, agar pahala kita tetap utuh dan tidak merugikan orang lain yang terputus shaffnya. Allahu A'lam.

Fastabiqul Khoirot.